Tuesday, January 17, 2017

Menumbuhkan Toleransi antar Umat Beragama dan Contoh Toleransi antar Umat Beragama pada Masyarakat

Menumbuhkan Toleransi antar Umat Beragama:

1. Ikut mengamalkan Pancasila sila yang pertama “Ketuhanan yang Maha Esa”. Bangsa/Rakyat Indonesia harus menyatakan kepercayaan dan ketaqwaannya terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Maka dari itu, konsekuensinya adalah mengembangkan sikap dan perilaku saling menghormati dengan penganut kepercayaan yang berbeda – beda antar masyarakat. Sikap toleransi beragama termasuk implementasi dalam Pancasila yang pertama demi mewujudkan Pancasila sila ketiga yang berbunyi: “Persatuan Indonesia”.
2. Jangan lupa kalau kita bersaudara. Walaupun berbeda daerah, bahasa, suku, agama dan golongan, kita semua adalah tetap warga negara Indonesia yang harus saling menghormati.
3. Jangan melupakan sejarah kebebasan berpendapat di media. Sebelum abad ke 16, kata-kata tertulis belum menjangkau banyak orang. Oleh karenanya, wajar jika orang tidak pernah begitu dipengaruhi oleh kekuatan kata-kata tertulis. Tapi, percetakanlah yang memungkinkannya. Ditambah perpaduan antara semangat reformasi dan renaissance yang mempercepat prosesnya. Setelah seabad kemudian, tepatnya di akhir abad 17, hak asasi manusia dan warga negara dideklarasikan oleh PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) yang salah satunya pasal 11 berbunyi kebebasan menyampaikan pendapat adalah hak asasi manusia yang berharga tinggi. Tanda bahwa kata-kata tertulis mulai diperhatikan karena pengaruhnya. Lain halnya di Indonesia yang mempunyai sejarah kelam dalam kebebasan berpendapat, bahkan setelah kemerdekaan. Yaitu selama era orde baru. Padahal dalam UUD 1945 pasal 28 telah dirumuskan warga Indonesia berhak untuk kebebasan mengutarakan pendapatnya. Setidaknya 32 tahun perjuangan para aktivis dan kritikus demi terwujudnya kebebasan berpendapat di masyarakat. Perjuangan yang menelan korban jiwa yang sampai saat ini kasusnya belum terungkap.
4. Dengan terciptanya kerukunan antar beragama dalam masyarakat, Indonesia bisa menjadi contoh negara lain. Saat melakukan lawatan ke Indonesia (11/8) tahun 2015 lalu, Menteri Luar Negeri Vatikan, Pietro Parolin, menyatakan kekagumannya pada toleransi di Indonesia. Dia berpendapat bahwa Indonesia bisa menjadi contoh negara lain untuk urusan toleransi antar umat beragama.
5. Ingat jika kita melakukan penistaan agama akan dikenakan hukuman. Kasus penghinaan agama di Indonesia diatur dalam UU No. 1/PPNPS/1965 tentang Pencegahan Penyalahgunaan dan/atau Penodaan Agama, yang menyatakan: “Setiap orang dilarang dengan sengaja di muka umum menceritakan, menganjurkan dan mengusahakan dukungan umum, untuk melakukan penafsiran tentang sesuatu agama yang dianut di Indonesia atau melakukan penafsiran tentang sesuatu agama yang dianut di Indonesia atau melakukan kegiatan-kegiatan keagamaan yang menyerupai kegiatan-kegiatan dari pokok-pokok ajaran agama itu.” Seseorang yang melanggar pasal di atas, akan dikenakan hukuman dengan pidana penjara selama-lamanya lima tahun.

Contoh Toleransi antar Umat Beragama pada Masyarakat:

  • Adanya sikap saling menghormati dan menghargai antara pemeluk agama.
  • Tidak membeda-bedakan suku, ras atau golongan.
  • Membangun jembatan.
  • Memperbaiki tempat-tempat umum.
  • Membantu dan menolong orang lain.

No comments:

Post a Comment