Tuesday, October 18, 2016

Faktor Kematian (Mortalitas), Faktor Kelahiran (Fertilitas), Faktor Migrasi

Faktor Kematian (Mortalitas)

Mortalitas adalah ukuran jumlah kematian (umumnya, atau karena akibat yang spesifik) pada suatu populasi, skala besar suatu populasi, per dikali satuan. Mortalitas khusus mengekspresikan pada jumlah satuan kematian per 1000 individu per tahun, hingga, rata-rata mortalitas sebesar 9.5 berarti pada populasi 100.000 terdapat 950 kematian per tahun. Mortalitas berbeda dengan morbiditas yang merujuk pada jumlah individual yang memiliki penyakit selama periode waktu tertentu.
Faktor-faktor yang mempengaruhi kematian dibagi menjadi dua, yaitu:
1. Faktor langsung (faktor dari dalam):
  • Umur. 
  • Jenis kelamin. 
  • Penyakit. 
  • Kecelakaan, kekerasan, bunuh diri. 
2. Faktor tidak langsung (faktor dari luar):
  • Tekanan, baik psikis maupun fisik. 
  • Kedudukan dalam perkawinan. 
  • Kedudukan sosial-ekonomi. 
  • Tingkat pendidikan. 
  • Pekerjaan. 
  • Beban anak yang dilahirkan. 
  • Tempat tinggal dan lingkungan. 
  • Tingkat pencemaran lingkungan. 
  • Fasilitas kesehatan dan kemampuan mencegah penyakit. 
  • Politik dan bencana alam. 

Faktor Kelahiran (Fertilitas)

Fertilitas merupakan kemampuan bereproduksi yang sebenarnya dari penduduk (actual reproduction performance). Atau jumlah kelahiran hidup yang dimiliki oleh seorang atau sekelompok perempuan.
Kelahiran yang dimaksud disini hanya mencakup kelahiran hidup, jadi bayi yang dilahirkan menunjukan tanda-tanda hidup meskipun hanya sebentar dan terlepas dari lamanya bayi itu dikandung.
Faktor-faktor yang mendorong terjadinya fertilitas menurut Davis dan Blake (1956 dalam Ida Bagus Mantra, 1985:
  • Variable-variabel yang mempengaruhi hubungan kelamin.
  • Umur memulai hubungan kelamin (kawin).
  • Selibat permanen, yaitu proporsi wanita yang tidak pernah adakan hubungan kelamin.
  • Lamanya masa reproduksi yang hilang karena perceraian, perpisahan atau ditinggal pergi oleh suami dan suami meninggal.
  • Abstinensi sukarela.
  • Abstinensi karena terpaksa (impotensi, sakit, berpisah sementara yang tidak dapat dihindari).
  • Frekuensi hubungan seks.

Faktor Migrasi

Migrasi adalah perpindahan penduduk dari satu tempat ke tempat lain atau dari satu daerah ke daerah lain untuk mencari kehidupan yang lebih baik dari tempat asalnya. Banyak faktor yang mendorong manusia untuk bermigrasi. Faktor pendorong terjadinya migrasi antara lain adalah:
1. Adanya bencana alam di daerah asal, seperti gunung meletus, banjir, gempa, akibat tsunami, dsb.
2. Kurangnya lapangan pekerjaan.
3. Fasilitas kehidupan di daerah asal kurang memadai, seperti fasilitas pendidikan, transportasi dan kesehatan.
4. Terkena penggusuran karena adanya proyek pembangunan.
5. Mencari penghasilan yang lebih baik.
6. Pindah tugas atau mendapat mutasi kerja ke daerah lain.

No comments:

Post a Comment