Thursday, April 14, 2016

Manusia dalam Cinta Kasih, Keindahan dan Kesusastraan



Manusia dalam Cinta Kasih

A. Pengertian Cinta Kasih

Cinta, boleh jadi merupakan suatu istilah yang sulit untuk dibatasi secara jelas. Kendatipun demikian, sulit juga untuk diingkari bahwa cinta adalah salah satu kebutuhan hidup manusia yang cukup fundamental. Cinta adalah suatu kegiatan,dan bukan merupakan pengaruh yang pasif. Secara sederhana cinta bisa dikaitkan sebagai paduan rasa simpati antara dua mahluk. Rasa simpati ini tidak hanya berkembang diantara pria dan wanita akan tetapi bisa juga diantara pria dengan pria dan wanita dengan wanita. Walaupun cinta kasih mengandung arti hampir sama ,namun terdapat perbedaan juga antara keduanya, Cinta lebih mengandung pengertian mendalamnya rasa. sedangkan kasih dari keluarnya dengan kata lain bersumber dari cinta yang mendalam itulah kasih dapat diwujudkan secara nyata.

B. Cinta menurut ajaran agama

1. Cinta kepada Tuhan
Cinta kepada Tuhan merupakan cinta yang paling utama pada manusia. Jika kita tidak mencintai Tuhan, bagaimana bisa kita mencintai sesama makhluk ciptaan Tuhan. Oleh karena itu cinta kepada Tuhan adalah cinta yang paling utama.
2. Cinta kepada orangtua
Cinta kepada orangtua merupakan wajib hukumnya bagi seorang anak. Tanpa adanya orangtua, kita tidak bisa menjadi seperti sekarang. Bagaimana jika orang tua tidak mencintai kita? kita tidak akan hidup layak seperti sekarang ini. Mau bagaimana pun kondisi orangtua, karakter orangtua , kita harus tetap mencintai karena mereka adalah orang yang sudah mendidik kita dari kecil hingga menjadi seperti ini.
3. Cinta kepada sesama makhluk Tuhan
Cinta kepada sesama makhluk tuhan sama saja kita seperti mencintai Tuhan. Kita harus berdamai dan menghargai sesama makhluk Tuhan. Sebab tidak ada manusia di dunia ini yang sempurna dan sama derajatnya di mata Tuhan.

C. Kasih sayang

Menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia karangan W.J.S.Purwodarminto, kasih sayang diartikan dengan perasaan sayang, perasaan cinta atau perasaan suka kepada seseorang . Ada berbagai macam bentuk kasih sayang , bentuk itu sesuai dengan kondisi penyayang yang disayangi. Dalam kehidupam rumah tangga kasih sayang merupakan kunci kebahagiaan . Kasih sayang ini merupakan pertumbuhan dari cinta. Percintaan muda-mudi bila diakhiri dengan perkawinan maka didalam keluarga bukan lagi bercinta-cinta melainkan kasih dan saling mengasihi. Dalam kasih sayang dituntut untuk bertanggung jawab, pengorbanan, saling terbuka, saling percaya, sehingga keduanya merupakan kesatuan yang bulat dan utuh. Misalkan dalam keluarga tersebut tanggung jawab retak maka keluarga tersebut runtuh. sama halnya jika dalam keluarga tidak saling percaya dan tidak ada kejujuran maka rumah tangga tersubut terancam kebahagiannya.
Adapula bermacam-macam kasih sayang dalam kehidupan semua orang tua mengharapkan hidup anaknya bahagia. Karena itu tidak sedikit orang tua menumpahkan kasih sayang secara berbeda-beda sesuai kemapuan dan pendapatnya. Ada yang secara berlebihan, disiplin, secara memberikan kebebasan dan sebagainya . Karna itu ada yang berhasil ada yang gagal.

D. Kemesraan

Kemesraan berasal dari kata mesra, yang artinya perasaan simpati yang akrab akrab baik antara pria dan wanita kemesraan juga merupakan perwujudan kasih sayang yang mendalam . kemesraan juga menciptakan berbagai bentukseni sesuai dengan kemampuan bakatnya.Dari uraian diatas terlihat betapa agungdan sucinya cinta itu. Bila seseorang mengobral cinta , maka orang itu merusak nilai cinta, yang berarti menurunkan martabat dirinya. Cinta yang berlanjut menimbulkan pengertian mesra atau kemesraaa.

E. Pemujaan

Pemujaan adalah salah satu manifestasi cinta manusia kepada Tuhannya yang diwujudkan dalam bentuk komunikasi ritual. Kecintaan manusia kepada Tuhan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Hal ini ialah karena pemujaan kepada Tuhan adalah inti, nilai dan makna kehidupan yang sebenarnya.

Sebagai contoh dari bentuk pemujaan yang berupa ritual atau dengan kata lain berhubungan dengan suatu gerakan-gerakan dan ucapan khusus adalah cara bagai mana seseorang beribadah, misalnya bagi seorang muslim bentuk ritualnya adalah sholat, dan bagi seorang kristiani melaksanakan ritual pembaptisan.

F. Belas Kasihan

Dalam surat Yohanes dijelaskan ada 3 macam cinta.

Cinta Agape ialah cinta manusia kepada Tuhan.
Cinta Philia ialah cinta kepada ibu bapak (orang tua) dan saudara.
Cinta erros atau amor ini ialah cinta antara pria dan wanita.
Beda antara cinta amor dan eros ini adalah citna eros cinta karena kodrati sebagi laki-lakai dan perempuan, sedangkan cinta amor karena unsur-unsur yang sulit dinalar, misalnya gadis normal yang cantik mencintai dan mau menikahi seorang pemuda yang kerdil. Cinta terhdap sesama merupakan perpaduan cinta agape dan cinta philia. Cinta sesama ini diberikan istilah belas kasihan untuk membedakan antara cinta kepada orang tua, pria-wanita, cinta kepada Tuhan. Dalam cinta kepada sesama ini diberi istilah belas kasihan, karena cinta disini buka karena cakapnya, kayanya, cantiknya, melainkan karena penderitaannya.

G. Cinta kasih erotis

Cinta kasih erotis adalah rasa cinta yang dipenuhi napsu (birahi) dan rasa ingin memiliki lebih. rasa cinta seperti ini biasanya dimiliki oleh orang yang sudah menikah.

Manusia dalam Keindahan

A. Pengertian keindahaan

Keindahan biasanya orang-orang menilai bahwa keindahan itu hanya terdapat pada alam saja, padahal keindahan itu tedapat pada banyak hal pengertian keindahan dalam kamus KBBI adalah Keadaan yang enak dipandang , cantik, bagus atau elok. jadi keindahaan bukan hanya terletak pada satu objek yaitu alam tetapi keindahan dapat dilihat dari segi apa aja, entah kecantikan seorang wanita , pakaian yang indah, rumah yang indah, dan lain lain.

B. Keindahan sebagai sesuatu abstark dan sebagai sebuah benda tertentu

Keindahan itu baru jelas jika dihubungkan oleh sesuatu yang berwujud . Keindahan itu baru dapat dinikmati dengan suatu bentuk. Menurut cakupannya orang membedakan antara keindahan sebagai suatu yang abstrak dan sebagai sebuah benda tertentu yang indah.

C. Pengertian keindahaan secara luas

Menurut The Liang Gie menjelaskan, bahwa keindahan dalam arti luas mengandung pengertian ide kebaikan. Contohnya saja Plato menyebutkan watak yang dan hukum yang indah. Orang Yunani berbicara pula mengenai buahpikiran yang indah dan adat kebiasaan yang indah jadi keindahan itu ada keindahan seni, keindahan alam, keindahan moral, keindahan intelektual.

D. Nilai Estetik

Nilai biasanya sering kali dipakai dalam bidang filsafat untuk kata benda abstrak. Hal itu berarti , bahwa nilai adalah semata-mata realita psikologi yag harus dibedakan secara tegas dari kegunaannya , karena terdapat dalam jiwa manusia dan bukan pada kehendaknyya sendiri. Nilai estetik berarti kebenaran atau kebaikan.

E. Membedakan nilai ekstrinsik dan instrinsik

Dalam nilai estetik tadi terdapat nilai-nilai yang penting salah satunya nilai ekstrinsik dan nilain intrinsik. Nilai ekstrinsik adalah sifat baik dari suatu benda sebagai alat atau sarana untuk sesuatu hal lainnya sedangkan nilai inreinsik adalah sifat baik dari benda yang bersangkutan , atau sebagai suatu tujuan , ataupun demi kepentingan benda itu sendir secara seaderhanaya saja nilai intrisik dipandang dari isinya tetapi nilai ekstrinsik dari bendanya.

F. Pengertian Kontemplasi dan ekstansi

Dalam arti katanya kontemplasi bisa diartikan sebagai renungan yang disertai dengan kebulatan pikiran atau perhatian penuh. Di kalangan umum kontemplasi diartikan sebagai aktivitas melihat dengan mata atau dengan pikiran untuk mencari sesuatu dibalik yang tampak atau tersurat misalnya, dalam ekspresi seseorang sedang berkontemplasi dengan bayang-bayang atau dirinya dimuka cermin. Dalam kehidupan sehari-hari orang mungkin berkontemplasi dengan dirinya sendiri atau mungkin juga dengan benda-benda ciptaan Tuhan atau dengan peristiwa kehidupan tertentu berkenaan dengan dirinya atau di luar dirinya.

Ekstansi bertujuan untuk merasakan dan menikmati sesuatu yang indah. Ekstansi dapat diartikan sebagai dasar dalam diri manusia untuk menyatakan, merasakan dan menikmati sesuatu yang indah. Apabila kontemplasi dan ekstansi itu dihubungkan dengan kreativitas, maka kontemplasi itu faktor pendorong untuk menciptakan keindahan, sedangkan ekstansi merupakan faktor pendorong untuk merasakan, menikmati keindahan. Karena derajat atau tingkat kontemplasi dan ekstansi itu berbeda-beda antara setiap manusia, maka tanggapan terhadap keindahan karya seni juga berbeda-beda. Apabila kedua unsur tersebut digabungkan akan menciptakan penilaian yang indah. Keindahan yang didasarkan pada selera seni juga didukung oleh faktor kontemplasi dan ekstansi.

RENUNGAN

G. Teori-teori dalam renungan

Setiap orang pernah merenung. renungan berasal dari kata renung, merenung artinya dengan diam-diam indidu memikirkan sesuatu , atau memikirkan sesuatu dengan dalam0dalam. Hasil dari merenung tersebut disebut renungan. Renungan atau pemikiran yang berhubungan dengan keindahaan didasarkan atas 3 macam teori yaitu

Teori Pengungkapan (Benedetto Croce-seni pengungkapan kesan-kesan)
Teori Metafisika (Plato-adanya dunia ide pada taraf yang tinggi sebagai realita ilahi)
Teori Psikologis (karya seninya merupakan bentuk terselubung)
KESERASIAN

H. Teori-teori keserasian

Keserasian biasanya kita menilai hal tersebut dalam hal objek misalkan dalam berpakaian, Keserasian sendiri berasal dari kata serasi serasi dari kata dasar artinya cocok atau sesuai . Mengandung unsur pengertian perpaduan, seimbang.

A. Teori Objektif dan Subjektif

Teori Objectif berpendapat bahwa keindahan atau ciri-ciri yang menciptak nilai estetika adalah sifat (kulitas) yang memang melekat dalam bentuk indah yang bersangkutan, terlepas dari orang yang mengamatinya.Pendukung teori objectif adalah Plato, Hegel
Teori Subjectif menyatakan bahwa ciri-ciri yang menciptakan keindahan suatu benda itu tidak ada, yang ada hanya perasaan dalam diri sesorang yang mengamati suatu benda. Pendukung nya adalah Henry Home, Earlof Shaffesburry .B. Teori Perimbangan

Dalam arti yang terbatas yakni secara kualitatif yang diungkapkan dengan angka-angka, keindahan hanyalah kesan yang subjektif sifatnya dan berpendapat bahwa keindahan sesungguhnya tercipta dan tidak ada keteraturan yakni tersusun dari daya hidup penggembaraan, dan pelimpahan.

Manusia dalam Kesusastraan

Sastra mempergunakan bahasa. Sementara itu, bahasa mempunyai kemampuan untuk menampung hampir semua pernyataan kegiatan manusia. Dalam usahanya untuk memahami dirinya sendiri yang kemudian melahirkan filsafat, manusia mempergunakan bahasa. Sastra juga lebih mudah berkomunikasi karena pada hakekatnya karya sastra adalah penjabaran abstraksi. Sementara itu filsafat yang juga mempergunakan bahasa adalah abstraksi.

No comments:

Post a Comment